1. Menetapkan ruang lingkup dan tujuan

Menentukan cakupan proyek dilakukan dengan menetapkan  dan membuat batasan area yang akan dilibatkan dalam implementasi standar keamanan informasi. Kemudian, tetapkan tujuan yang ingin dicapai berkaitan dengan keamanan informasi.

2. Melakukan analisis risiko dan meninjau keamanan

Selanjutnya adalah melakukan analisis risiko dan meninjau keamanan. Tahap ini dilakukan dengan cara mengenali data informasi yang esensial dan memperkirakan gangguan yang mungkin terjadi serta dampaknya.

Pengerjaan yang akurat akan membantu perusahaan mengamankan data-data kritis dan menemukan solusi untuk menurunkan risiko.

3. Membuat ketentuan dan prosedur keamanan informasi

Ketentuan dan prosedur yang dibuat tentu harus sesuai dengan pedoman ISO 27001. Selain itu, prosedur yang dibuat hendaknya bisa menumbuhkan komitmen dalam menjaga keamanan informasi dalam setiap kegiatan  perusahaan.

4. Menerapkan kendali keamanan

Tahap selanjutnya yaitu menerapkan kontrol keamanan dalam hal-hal yang bersifat teknis ataupun kegiatan organisasi. Beberapa contohnya adalah pengendalian akses, menjaga keamanan jaringan, dan pelatihan keamanan.

5. Pengujian dan evaluasi

Pengujian dan evaluasi dilakukan terhadap sistem keamanan yang telah diterapkan. Pada akhirnya, tahap ini akan memberi gambaran mengenai adanya celah kerentanan yang perlu diperbaiki oleh perusahaan.

6. Melakukan pemeliharaan dan perbaikan rutin

Sistem keamanan informasi yang sudah melalui tahap-tahap tersebut tetap harus melalui prosedur pemeliharaan dan perbaikan yang berkelanjutan. Dengan dilakukannya pemantauan, evaluasi, dan perbaikan rutin, sistem keamanan perusahaan akan terjaga hingga jangka panjang.

More info :

INDONESIA STANDAR MANAJEMEN

Patra Jasa Office Tower Lt. 17,

Jl. Jendral Gatot Subroto Block 32-34

Jakarta Selatan – Indonesia

Telp/Wa  :081281807070

Gmail :Indonesiastandar@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *